Masih dalam rangkaian Penerimaan Anggota Baru (PAB) KSR Undip Angkatan Diklat XIV Tahun 2011, Jumat-Minggu (8-10/4) digelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) XIV di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) PMI Daerah Jawa Tengah, Ngawen, Salatiga.
Sebanyak 66 orang calon anggota baru menjadi peserta Diklatsar XIV. Sisa calon anggota baru lainnya absen dalam rangkaian penting ini.
Anggota KSR Undip di luar Semarang pun turut serta berkumpul. Dwi Supriyanto (D.7), Dhani Mahendra, dan Alie Poedjakusuma (D.8) mewakili rekan-rekan yang kini tinggal di seputaran Jabodetabek.
Dari kawasan Pantura, diwakili rekan Adita Dwi, Fajarwadi (D.8), dan Oktisa Dwi (D.10). Tak ketinggalan rekan KSR Undip dari Solo dan sekitarnya.
Ada pocong
Tak hanya terus-menerus belajar materi pertolongan pertama, calon anggota baru juga diminta menunjukkan kebolehan bakatnya dalam pentas seni.Malam minggu suasana Pusdiklat pun riuh oleh tawa, tepuk tangan, hingga jeritan para penikmat pentas seni.
Masing-masing kelompok diminta menampilkan pertunjukan seni, baik drama, tarian, maupun olah vokal dengan tema yang telah diberikan panitia.
Salah satu kelompok, menerjemahkan kata horor yang diberikan panitia dengan drama singkat. Lengkap dengan bumbu mistis. Pun salah seorang peserta berdandan serupa hantu pocong. Tak ayal jerit penontong perempuan terdengar seketika lampu dimatikan. Sukses menghadirkan nuansa mistis.
Ada pula, sekelompok peserta lainnya yang bermain perkusi. Macam-macam benda dijadikannya alat musik. Sendok, garpu hingga ember disulap menjadi bebunyian. Meskipun sederhana, tapi sanggup mengundang tepuk tangan penonton malam itu.
Hujan dan Lumpur
Mendung menggelayut minggu pagi di Salatiga, tapi tidak mengganggu kegiatan outbond yang telah dijadwalkan. Mirip dengan Pradik II, outbound Diklatsar DIV juga mengharuskan calon anggota baru menyelesaikan berbagai permasalahan sepanjang perjalanan.
Beberapa pos telah disiapkan panitia. Mulai dari kasus bantuan hidup dasar (BHD), pertolongan pertama, hingga permainan-permainan menguji kekompakan kelompok dan loyalitas. Meski akhirnya hujan turun ditengah-tengah pelaksanaan, sama sekali tidak menyurutkan niat menyelesaikan kegiatan.
Seluruh tubuh basah, bahkan berlumpur. Mengasyikkan. Berani kotor itu baik, kalo meniru iklan di televisi. Diklatsar selalu meninggalkan kenangan tersendiri bagi pesertanya, apalagi bila tahun berikutnya bisa kembali ikut serta. Sebagai Anggota KSR Undip tentu saja. (Humas/*)

